Sabtu, 15 Maret 2014

Tips Republik Sablon Soal Pilih Kaos Untuk Sablon Manual

sablon kaosDapat info nih dari republiksablon, semoga aja dapat bermanfaat terutama buat teman-teman yang kebetulan atau berniat sablon kaos secara manual, tapi masih bingung mau pakai bahan apa?

Sebab itu, mulai sekarang gak usah bingung atau takut ketipu. Soalnya, republiksablon ngasih gambaran secara gamblang mengenai jenis dan bagaimana mengetahui bahwa bahan tersebut benar-benar asli. Untuk memilih bahan caranya cukup sederhana hanya dengan menempelkan jari tangan lalu mengusap-ngusapnya.

Lebih jelasanya, simak aja keterangan sebagai berikut ini:

a.    Jika dihasilkan serat benang lebih halus dengan hasil rajutan dan penampilan lebih rata maka dapat disimpulkan bahan tersebut adalah  Katun Combed ( Nama inggrisnya = Cotton Combed ).

Yups, jenis  bahan ini pada saat ini begitu digemari hampir seluruh orang bahkan bisa dikatakan bahan yang paling bagus, No. 1 :cantik biasa di pakai oleh merek kaos international SPYDERBILT, NO FEAR, BILLABONG, GIORDANO, ESPRIT, dan merek-merk lokal seperti JOGER, C59, IEBE, DAGADU. Bahan katun 20’s & 30’s ini sangat umum dipakai para pelaku DISTRO CLOTHING.

b.    Untuk berikutnya, bila hasil dari elus didapat agak kasar  dengan hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata dibandingkan yang pertama, maka bisa diperkirakan jenis bahan ini adalah Katun Carded ( Nama inggrisnya = Cotton Carded ) atau orang-orang menyebutnya semi combed.

Untuk bahan yang satu ini dapat dikatakan sebagai adik dari bahan yang pertama atau yang  bahan kualitas No. 2.  Tapi tak usah kuatir, untuk sifat bahan ini masih mempunyai kesamaan dengan yang pertama, yakni sama bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

c.    TC ( Teteron Cotton ).

Adapun bahan ini atau dapat dikatakan kurang lembut  dibandingkan dengan pemaparan sebelumnya. Maklumin saja, untuk jenis bahan ini merupakan campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester ( Teteron ) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

d.  CVC ( Cotton Viscose )


Sama halnya dengan yang sebelumnya, bahan ini dirasa kurang lembut lantaran adanya perpaduan antara Cotton Combed dengan Viscose dengan perbandingan 55% : 45% Viscose.  Kendati demikian, bahan ini juga ada kelebihannya, yakni tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

e.Polyester atau PE

Untuk yang satu  ini sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya, maka untuk kainnya sendiri akan sangat berbeda. Soalnya, Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.


Kamis, 13 Maret 2014

Cara Sablon Kaos dengan Teknik Manual

Adakah yang masih belum mengenal sablon? Untuk saat ini bisa dikatakan orang-orang sudah tak asing lagi dengan kata sablon.  Namun, di antara-antara teman-teman mungkin sampai saat ini bagaimana cara sablon kaos terutama dengan teknik sablon manual, yang biasanya hanya nampak dalam proses dilakukan dengan cetak manual menggunakan screen dan rakel.

Pada dunia sablon sendiri, pada dasarnya  dapat dibedakan menjadi dua, yakni sablon manual dan  juga sablon digital printing .Dalam proses pengerjaan sendiri untuk digital lebih mudah dan cepat dibandingkan manual.

Pasalnya, digital tak butuh lama dan semuanya diserahkan pada mesin. Hal ini sangat bertolak belakang dengan manual. Sebab itu, pada artikel yang dilansir dari republiksablon diulas mengenai beberapa tahap yang bakal dilakukan guna mengerjakan sablon kaos dengan teknik manual.

Ada pun beberapa tahapan yang pasti bakal atau harus dilalui seseorang yang hendak sablon manual antara lain:

1. Setting Desain Kaos

Pada tahap awal ini biasanya dilakukan seseorang yang telah mengerti desain. Soalnya, seseoarang tersebut bakal  mengedit desain kaos menjadi film sablon atau klise film sablon yang siap dicetak sablon. Dalam pengerjaannya desain harus di proses melalui pecah warna atau separasi warna tergantung desain kaosnya bisa berupa sablon vektor atau berupa sablon raster, anda bisa membuat pecah warna menggunakan program coreldraw atau photoshop.

2. pengolesan minyak Goreng

Setelah desain diprint dengan menggunakan tinta laser lalu kertas tersebut diolesi minyak goreng. Hal ini dilakukan agar goreng, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar saat pembuatan film pada screen.

3. Tahap pra-afdruk

Dalam pengerjaan diperlukan pembersihan seperti sabun colek ,air ,kain spon. cuci screen sablon menggunakan air dan sabun kemudian di lap dengan menggunakan kain spon. setelah bersih, screen harus dikeringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.

3. Tahap afdruk
Usai screen benar kering setelah dicuci (dibersihkan) lalu kain screen diolesi obat afduk cairan merah dan putih sedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen dikeringkan dengan menggunakan kipas angin atau hairdryer. Proses pengeringan ini screen tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup/gelap.

4. Tahap pembakaran screen

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan materi seperti kaca, desain kaos yg telah diedit, screen, busa screen, papan. Ambil Papan , taruh busa di atas papan lalu ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen lalu letakkan gambar (hasil desian) yang telah diolesi minyak goreng  dan tempel diatas screen.

Seusai itu, screen disinari  dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 15 sampai 20 detik (tergantung panas dan tidaknya terik matahari) karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pemfilm-an screen akan gagal atau sulit untuk ditembus.

5. Penyemprotan screen
Berikutnya adalah kembali  melakukan pembersihan screen dari bekas obat. Dalam pencucian membutuhkan alat penyemprot, biasanya menggunakan semprotan untuk memandikan burung, alat ini digunakan untuk membuka desain atau gambar yang terdapat pada screen.

6.Tahap penyablonan

Pada tahap ini, alat-alat yang dibutuhkan antara lain: screen (yang telah difilm),cat, meja sablon (jika diperlukan, rake l(alat penggesut), bahan (kaos). Ambil screen dan setelah itu taruh kain yang akan disablon diatas meja, tuang cat pada screen secukupnya kemudian gesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.

6. Finishing

Setelah kaos selesai disablon lalu lakukan pengepresan dengan menggunakan mesin press. Hal ini perlu  dilakukan dengan proses press yang suhunya diatas 100 derajat agar kadar air yang terdapat dalam cat sablon hilang dan tentunya akan menghasilkan kualitas sablon yang lebih rapat dan akan terasa halus jika diraba.

Tulisan ini dilansir dari salah satu artikel www.republiksablon.com .